ANDA ingin merasakan makan di restoran bawah laut? Datang saja ke Hilton Resort & Spa di Maladewa. Di sini, sambil menyantap makanan Anda akan dikelilingi oleh gerombolan ikan yang bergerak bebas.
Restoran yang diberi nama Ithaa ini berada pada kedalamam lima meter di bawah gelombang Samudra Hindia yang dikelilingi oleh terumbu karang hidup dan terbungkus oleh kaca akrilik tembus pandang yang bisa melihat panorama bawah air 270 derajat.
Dibuat oleh MJ Murphy Ltd, konsultan desain yang berbasis di Selandia Baru, ciri khas Ithaa adalah penggunaan akrilik transparan yang melengkung pada dinding dan atapnya. Ini sama dengan yang biasa digunakan pada akuarium besar.
Ruangan melengkung transparan ini mempunyai luas 5x9 meter. Dimanampun Anda duduk diantara 14 kursi yang ada di dalamnya, sensasi dunia bawah laut akan bisa Anda rasakan.
Restoran bawah laut pertama di dunia yang terbuat dari kaca ini menawarkan masakan kontemporer Maladewa sebagai temanya.
Rempah-rempah lokal dan rasa tradisional dipadukan dengan sentuhan barat untuk membuat masakan fusi yang dapat Anda temukan di restoran-restoran terbaik di London atau New York. Selain masakan, Anda juga bisa merasakan anggur terbaik di sini.
Harga makanan di restoran ini berkisar antara US$120-US$250 (sekitar Rp1,37 juta-Rp2,29 juta) per orang.
Sebagai informasi tambahan, Maladewa adalah sebuah negara yang berada 300 mil di ujung selatan India dan Sri Lanka.
ndereaken....
ku tulis yang ada di otaku aja..
Senin, Desember 13, 2010
Selasa, Oktober 26, 2010
MEREKA BISA KENAPA KITA ENGGAK

Kadang apa yang kita lihat bukanlah hanya sekedar pemandangan yang biasa. Kadang kita merendahkan binatang dan merasa manusialah yang bisa melakukan segala hal serta merasa paling sempurna dan paling baik di antara makhluk bumi yang lain.Kita bisa lihat pemberitaan ditelevisi, di koran, di majalah. Dimana-mana terjadi kerusuhan, dimana-mana terjadi bentrokan. apakah pelakunya hewan??? pelakunya tidak lain adalah manusia. Setelah melihat gambar diatas apakah kita masih bisa merasa bahwa hanya manusialah yang pantas untuk menyanyangi di dunia ini. ternyata jawabannya adalah tidak. Lihatlah kedua makhluk mungil itu. Mereka tidur secara berdampingan dan saling berpelukan, walaupun mereka bukanlah keluarga kandung. Mereka saling menyanyangi, tidak seperti sebagian manusia yang punya hobi tawuran dan anarkisme. Apakah mereka tidak sadar, bahwa hewan kecil saja suka damai apalagi mereka yang menganggap dirinya manusia. Cobalah pikirkan... kita juga harus menghormati orang lain, menghormati binatang dan menyanyangi satu sama lain. Karena pada hakekatnya kita semua adalah keluarga dan kita adalah sama.
Minggu, Oktober 24, 2010
TERLEWATKAN
KEINDAHAN YANG TERLEWATKAN
Suara ombak yang menghempas pasir putih, kerang-kerangpun menari mengikuti alunan ombak di pantai yang sungguh menawan. Karang-karang menahan kuatnya gerusan ombak. Itulah sedikit gambaran mengenai pantai terpencil yang terletak di kabupaten kebumen. Menganti, itulah nama pantai dengan pasir putih yang keadaannya sungguh masih bisa memanjakan mata. Belum banyak orang yang berkunjung ke pantai ini. Walaupun sebagian besar orang di kabupatenkebumen telah mengatahui nama pantai ini tetapi mereka tidak pernah berkunjung ke pantai nan eksotis ini. Banyak alasan kenapa mereka malas untuk berkunjung kesini. Pertama adalah jaraknya yang berada di pelosok pegunungan selatan dan harus melalui jalan yang menanjak nan terjal dan melalui jalan menurun yang curam. Bukan hanya itu jalan menuju pantai saja banyak lubang. Tetapi bagi orang yang sudah pernah menikmati keramahan alam menganti pasti tidak akan mempersoalkan itu semua. Semua masalahyang dihadapi akan sirna begitu saja ketika kita menapakkan kaki di pasir putih, pemandangan nan elok juga bisa mencari hewan karang. Tidak hanya tiu kita juga bisa mengunjungi mercusuar di atas bukit. Dan kita juga bisa melihat pemandangan lepas pantai dari atas bukit tersebut. Semua kata tersimpan ketika kita merenung di sana. Pokoknya tidak akan rugi kalau kita kesana.
Minggu, Agustus 08, 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

